Minggu, 05 April 2015

Yamaha VMAX Tinggal Tersisa Satu Unit

Semarang, KompasOtomotif – Yamaha Indonesia sudah menyatakan tidak lagi menjual motor besarnya, VMAX dengan alasan penjualan yang tidak bergairah. Sepanjang pemasaran sejak 2013 hingga kini cuma ada empat unit yang diimpor dari Jepang, baru dua unit dibeli konsumen.

Satu unit dari kuota impor digunakan Yamaha untuk model test ride, sementara satu unit lagi masih menanti dipinang konsumen. “Stok lama kita masih ada, tinggal satu unit kita masih jual,” sambar Muhammad Masykur, Asisten GM Pemasaran Yamaha Indonesia, di Semarang, Sabtu (28/2/2015).

Unit jual itu jadi yang terakhir, Masykur mengatakan stok VMAX tak lagi ditambah. Pemasaran moge jenis cruiser ini beralih, menjadi sesuai pesanan. “Dari sisi bisnis, ada yang ready stok dan berdasarkan pemesanan. VMAX sekarang masuk yang base on order,” jelas Masykur.

Segmen VMAX memang mengerucut ke pemburu moge kelas berat. VMAX memiliki mesin V4 DOHC 1.679cc, kemampuan maksimalnya mengeluarkan 197 tk dan torsi 166,8 Nm. Di Indonesia VMAX bersaing dengan moge asal Amerika Serikat, Italia, dan Eropa.

VMAX dijual tak kurang dari Rp 500 juta, sayang belum ada keterangan promosi khusus agar unit final ini bisa laku lebih cepat.
Read More

Kamis, 19 Februari 2015

Ducati Scrambler "Made In" Italia di Fase Perdana

Bologna, KompasOtomotif - Ketika diperkenalkan di ajang EICMA, Oktober lalu, banyak spekulasi mengatakan kalau Ducati Scrambler akan diproduksi penuh di pabrik Thailand. Namun kenyataannya, wujud pertama sepeda motor yang ditunggu-tunggu biker itu meluncur dari pabrik Borgo Panigale, Bologna, Italia.

Dalam siaran pers resmi, pabrik itu akan memproduksi empat varian Scrambler yang sudah diperkenalkan sebelumnya. Scrambler kembali diproduksi Ducati setelah 40 tahun terhenti. Ducati mengaku, banyak pencinta sepeda motor jenis ini yang mendamba, sehingga keputusan pintar harus diambil.

Karena Scrambler identik dengan gaya hidup spesifik pencinta sepeda motor, Ducati menawarkannya dalam empat varian, demi menyesuaikan kebutuhan masing-masing karakter pengendara.

Soal produksi, untuk sementara ini rencana dan rumor perusahaan untuk memproduksi Scrambler di Thailand demi menjangkau pasar Asia masih berlanjut. Namun, belum diketahui, kapan produksi di Negeri Gajah Putih akan dilakukan.
Read More

Ini Konsep dan Karakter Harley-Davidson Street 500

Jakarta, KompasOtomotif - Sebagai pendatang baru, Harley-Davidson Street 500 harus diberikan karakter khusus untuk memperkuat image. Tiga konsep diusung Mabua Harley-Davidson (MHD), menegaskan bahwa sepeda motor ini berada di genre baru, jauh dibandingkan "saudara-saudaranya".

Karena membidik konsumen berusia lebih muda, ada tiga konsep yang dikedepankan. Pertama, "Urban", bahwa seped motor ini nyaman dikendarai di jalanan kota, didesain ramping agar bisa bermanuver dengan mudah di suasana padat. Karakter pertama ini yang membuatnya nyaman dikendarai setiap hari, didukung pendingin cairan yang akan mengurangi panas di paha.

Konsep kedua, "Authentic", bahwa Street 500 masih membawa ciri khas Harley-Davidson yang kuat. Salah satunya adalah tampang klasik dengan tangki ikonik, lalu didukung suara khas dari mesin keluarga V-Twin Revolution X yang dipakai model VRod.

Ketiga, "Soul", yang artinya sepeda motor ini menjadi "mainan" baru penyuka kustom. Bak lukisan, model ini seperti kanvas yang dapat dimodifikasi dengan berbagai aliran dan gaya untuk menampilkan jiwa serta karakter pemilik.

"Konsumen Harley-Davidson punya karakter berbeda-beda. Street 500 khusus untuk penyuka kenyamanan riding di kawasan urban. Model ini benar-benar membuka pasar baru, bahkan tidka menutup kemungkinan jadi tulang punggu tahun depan," ujar Direktur Pemasaran MHD Irvino Edwardly.
Read More

Mesin Diesel Hadapi Kepunahan di Perancis

Paris, KompasOtomotif – Pemerintah Perancis kini menyadari kegemaran warganya terhadap kendaraan bermesin diesel adalah kesalahan. Atas dasar keinginan memangkas jumlah polusi kendaraan yang kini mencekam, secara perlahan Perancis ingin menghapus era kejayaan diesel.

Dilansir Autocar, Senin (1/12/2014), Perdana Menteri Perancis Manuel Valls telah mengumumkan sistem identifikasi baru yang isinya mendata seluruh kendaraan diesel mulai 2015. Data ini bisa digunakan pemerintah daerah untuk membatasi akses kendaraan diesel yang sekarang dianggap paling kotor.

“Kami akan menghilangkan itu (penggunaan kendaraan diesel), secara cerdas dan pragmatis,” kata Valls.

Pemerintah Perancis serius ingin menghapus mesin diesel. Langkah selanjutnya yang juga diprediksi semakin menyulitkan yakni wacana memangkas pajak keuntungan buat mesin diesel. Selain itu beban cukai bakal ditambah dua persen, menjadikan investasi perlu disuntik dana tambahan hingga 807 juta euro.

Citra mesin diesel lebih ramah lingkungan telah ditebar industri otomotif Perancis sejak 1960, sebab itu manufaktur terus menggelontorkan investasi buat produksi dan pengembangan. Hingga kini 80 persen dari seluruh kendaraan yang beredar di Perancis menggunakan mesin diesel. Konsekuensinya tingkat polusi di kota-kota besar berada dalam batas mengkhawatirkan.

Kombinasi berbagai kebijakan Uni Eropa terhadap emisi kendaraan yang terus mengetat, meningkatnya harga BBM solar, dan pengembangan mesin bensin yang semakin irit dan ramah lingkungan bisa membuat pertumbuhan diesel meredup. Tidak hanya Perancis, Inggris sepertinya juga bakal menguntit dengan rencana menambah “zona emisi sangat rendah” di berbagai pusat keramaian.
Read More

Rabu, 18 Februari 2015

Coulthard Sebut Mesin V6 seperti "Star Wars"

Silverstone, KompasOtomotif - Mantan pebalap Formula 1, David Coulthard, mengungkapkan kekagumannya atas performa mesin V6 turbo milik Mercedes, yang baru saja menjadi pemenang balapan di musim ini.

Mantan pebalap McLaren dan Red Bull ini baru saja mencoba unit mesin V6 di lintasan Sirkuit Silverstone, Inggris, baru-baru ini. Mobil yang dijajal pebalap asal Inggris tersebut adalah milik tim Williams, yang memakai mesin Mercedes-Benz PU106A.

"Tenaga dan torsi mesin ini sangat luar biasa. Anda bisa menekan gas dengan maksimal pada lintasan lurus dan mulai mengubah gigi setiap 50 meter," tukas Coulthard seperti dilansir Auto Motor und Sport, Selasa (2/12/2014).

"Dunia seperti mulai terbang melewati saya begitu cepat, sehingga merasa seperti sedang berada di Star Wars," puji pria yang kini menjadi komentator F1 di BBC tersebut.

Hanya masih ada sektor yang dinilainya kurang sempurna pada jet darat teknologi terbaru ini. Menurut Coulthard, dibandingkan dengan mobil pada era 2008, downforce mobil balap sekarang masih terbilang mengecewakan, dan itu yang harus diperbaiki setiap tim di musim selanjutnya.
Read More

Rabu, 27 Agustus 2014

Begini Rasanya Menunggangi Yamaha R15

Jakarta, KompasOtomotif -- Suka atau tidak, klaim Yamaha Indonesia terhadap sosok R15 yang cocok dipakai show off memang benar.KompasOtomotif membuktikan, betapa sepeda motor sport 150cc ini punya daya pikat yang cukup besar. Bahkan mulai proses pengiriman ke kantor redaksi, Jumat (25/4/2014) lalu, hingga pemulangan seusai diuji selama 7 hari.

Sepeda motor sport ber-fairing dengan harga terjangkau, yang membuat penasaran untuk menyaksikan dari dekat. "Mantap kali bang tampilan R15 ini, murah pula harganya. Macam kacang goreng nih nanti," celetuk Irwan, salah satu karyawan di Gedung Kompas Gramedia, saat mengamati R15 berkelir kombinasi merah putih ini di area parkir.

Khas superbike
Kesan sepeda motor berbanderol Rp 28 juta ini memang kental aroma superbike. Seperti fairing, rangka khas mengatung (delta box), desain lampu depan, spakbor belakang, ban tapak lebar, dan bentuk jok model terpisah. Secara dimensi, R15 punya panjang 1.995 mm, lebar 660 mm, dan tinggi 1.070 mm, serta ketinggian jok ke tanah 800 mm. Kendati terkesan gambot, tetapi bobotnya tergolong ringan, dengan berat isi hanya 136 kg. 

Saat ditunggangi, posisi berkendara pun seperti layaknya superbike, tetapi R15 tidak terlalu menunduk. Untuk ukuran orang dewasa dengan tinggi 170 cm, kedua kaki dapat menapak sempurna di tanah. Kendati menggunakan desain jok terpisah, tetapi ruang pantat pengendara cukup lapang sehingga bisa mengatur posisi sesuai keinginan. Sayang, untuk melakukan penggeseran bodi saat parkir terasa kikuk, karena tidak ada pegangan di belakang untuk membantu penggeseran bagian belakang. Untuk proses tersebut ternyata harus menggunakan pegangan foot step belakang.

Vixion
Sedikit berbeda ketika mulai menyalakan mesin. Suara yang keluar dari knalpot terbilang halus. Maklum, mesin yang digendongnya hanya berkapasitas 150cc, 4-langkah, silinder tunggal, SOHC, dengan injeksi berteknologi YMJET-FI seperti yang digunakan Vixion. Bahkan tenaga dan torsi pun mirip 16,5 PS @8.500 rpm dan 14,5 Nm @7.500 rpm. Namun, ada beberapa hal yang dibedakan dengan Vixion, antara lain ECU dan transmisi yang bertambah jadi 6 percepatan.

Ketika diajak jalan memang sedikit terasa kesamaan dengan Vixion. Tarikan bawah cukup responsif dan cocok untuk stop and go, sesuai karakter perkotaan yang macet. Begitu digeber, putaran atas terasa sedikit mengambang dan suara jeritan mesin persis Vixion. Dengan penggunaan transmisi baru, R15 bisa diajak lebih sedikit "bandel" dibanding Vixion, terutama di putaran bawah atau kecepatan tanggung. Klaim mampu tembus 138 kpj bisa saja terjadi karena Vixion mampu digeber hingga 130 kpj.

Kaku
Bodi yang cukup besar dan karakter sasis yang tergolong kaku (rigid) membuat R15 agak canggung untuk aksi selap-selip ketika macet. Namun, ketika diajak bermanuver di tikungan karakter cepat, R15 bisa diandalkan. Selain karena jarak sumbu roda lebih panjang dan rasio berat yang nyaris seimbang, stabilitas tersebut juga ditunjang oleh suspensi yang baik dan profil tapak ban yang lebar.

Jika mengendarai superbike, tidak butuh waktu lama untuk merasakan pegal pada bagian leher, punggung, dan pergelangan tangan, apalagi saat macet. Namun, pada R15, rasa tersebut tidak muncul meski sudah berkendara lebih dari setengah jam, termasuk melintasi kemacetan pada jam sibuk (berangkat dan pulang kerja). Hanya saja, telapak tangan terutama area antara jempol dan telunjuk terasa pegal. Namun, kondisi tersebut masih dalam taraf wajar untuk ukuran posisi mengemudi menunduk karena merupakan tumpuan berat badan terkonsentrasi pada pergelangan tangan.

Kesimpulan
Secara desain memang tak diragukan bahwa R15 mempunyai pesona yang luar biasa, terlebih dengan banderol yang murah. Dan, memang sandangan "show off" sangat pas jika dilihat segala fitur, teknologi, kemampuan, dan feel yang dimiliki.
Read More

Sabtu, 02 Agustus 2014

Puluhan Mobil James Bond Dibanderol Rp 376,8 M

Miami, KompasOtomotif - Dezer Auto Collection (DAC), pemilik sekaligus perawat puluhan mobil yang digunakan dalam film James Bond, berniat menjual semua koleksi tersebut. Tidak kurang dari 60 unit kendaraan ikonis bersejarah dijual bersamaan dalam satu paket dengan banderol 33 juta dollar AS (Rp 376,8 miliar).

DAC merupakan rumah koleksi milik jutawan real estate Amerika Serikat, Michael Dezer. Semua koleksi mobil tersebut saat ini tengah dipamerkan di Museum Otomotif Miami. 

Michael berhasil mendapat koleksinya pada 2011, ketika museum Bond di Utara Inggris gulung tikar. Kala itu, ia tertarik mau beli beberapa model saja, ternyata museum itu lagi cuci gudang sehingga Michael langsung memborong semua. Sekarang, Michael mau melepas koleksi mobil, sepeda motor, pesawat, sampai tank yang digunakan dalam serangkaian film Bond.

Beberapa model legendaris, antara lain, Aston Martin DB5 dari "Goldeneye", Aston Martin DBS yang dikendarai George Lazenby di “On Her Majesty’s Secret Service”. Juga ada replika tank dari "Dr No" lansiran 1962, termasuk Audi A5 dan Land Rover Devender yang menemani aksi Bond di film terbarunya "Skyfall" masuk dalam daftar koleksi.

Michael berharap bisa menjual semua koleksi pada pembeli tunggal. Investor yang baik tentu tahu seberapa besar nilai koleksi ini. Ia mengaku tidak butuh uang cepat, jadi akan menunggu sampai ada transaksi dari orang yang tepat.
Read More