Minggu, 20 Juli 2014

Melesat bersama Mitsubishi Strada Triton Hi-Power

// // Leave a Comment
Medan, KompasOtomotif - Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menghadirkan varian terbaru di segmen pikap, Strada Triton Hi-Power. Sebagai varian tertinggi, pikap kabin ganda tersebut diberikan tenaga lebih sebagai pembeda. 

Mesin diesel DI-D berkapasitas 2.5L yang berada di balik kap dipasangi Variable Geometry Turbo (VGT). Fungsinya untuk memaksimalkan kerja turbin supaya torsi dan tenaga di setiap putaran makin berlimpah. Kelengkapan tersebut berhasil menambah daya menjadi 178 PS atau naik 42 PS dari versi sebelumnya.

Singkat
Perbedaan tersebut yang membuat KompasOtomotif penasaran merasakan semburan tenaga dan torsi. Usai peluncuran Triton Hi-Power di hadapan publik, ada sesi uji coba singkat yang digelar di Cemara Asri, Medan, Sumatera Utara, akhir pekan lalu. Penyelenggara menyediakan lintasan khusus akselerasi dengan permukaan tanah. 

Saat masuk kabin, terlihat varian yang akan dicoba bertransmisi otomatis. Muncul sedikit rasa kecewa karena sensasi eksplorasi tenaga bisa jadi sedikit berkurang. Apa mau dikata, panitia hanya menyediakan varian tersebut. Setelah melakukan penyesuaian posisi mengemudi yang pas, pikap andalan KTB ini langsung diarahkan ke area pengujian, tak jauh dari lokasi tenda utama (tempat prosesi peluncuran berlangsung).

Meski hanya berjarak sekitar 400 meter, kesempatan tersebut bisa digunakan untuk mencobashift on fly, fitur pelengkap sistem gerak empat roda Strada Triton. Selama kecepatan di bawah 100 kpj, memindahkan sistem gerak dari 2H ke 4H atau sebaliknya, cukup memindahkan tuas ke posisi sesuai petunjuk. Informasi penggunaan sistem gerak bisa dilihat pada petunjuk yang ada di panel meter.

Pajero Sport Dakkar
Saat berada di lokasi pengetesan dengan lintasan sekitar 500 m, sistem gerak disetel di 2H (gerak roda belakang). Posisi tuas persneling di D, dan pedal gas langsung dibejek hingga mentok. Proses akselerasi dari posisi diam tidak begitu "galak", maklum menggunakan transmisi otomatis. Begitu rpm meninggi (di atas 2.000 rpm) akselerasi jadi menggila dan mobil melesat dengan cepat. Sekilas karakternya mirip dengan Pajero Sport Dakar karena memakai mesin yang sama. Bedanya, karena bobot lebih ringan maka dirasakan akselerasi lebih cepat.

Begitu sampai di ujung, laju diperlambat karena harus putar balik. Waktu yang tepat untuk merasakan torsi. Begitu berbelok dengan kecepatan rendah (di bawah 20 kpj), pedal gas kembali ditekan hingga mentok. Hasilnya, muntahan torsi yang besar membuat bagian belakang bergeser seperti nge-drift. Artinya, torsi cukup besar, plus bagian belakang cukup ringan dengan kondisi bak kosong.

Kesempatan kedua dipakai untuk mencoba sistem gerak 4 roda. Kendati porsi tenaga dibagi untuk keempat roda, namun akselerasi yang dihasilkan tidak jauh berbeda.

0 komentar:

Poskan Komentar